MULTIMODAL STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN HAND HYGIENE

MULTIMODAL STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN HAND HYGIENE
Wartini
Komite PPI RSUD Kabupaten Sumedang
Rumah Sakit memiliki resiko tinggi terhadap penularan
infeksi terkait perawatan kesehatan yang berdampak pada
keselamatan dan kesehatan petugas, pasien, pengunjung dan lingkungannya. Salah
satu cara mencegah resiko penularan infeksi adalah dengan cara menerapkan
kepatuhan hand hygiene. Hand
hygiene merupakan upaya paling efektif dalam pencegahan infeksi terkait
perawatan kesehatan. Pencegahan penularan infeksi di Rumah Sakit dapat terwujud dengan
baik bila petugas
kesehatan memiliki tingkat
kepatuhan hand hygiene sesuai dengan
standar.
Kepatuhan petugas kesehatan masih merupakan tantangan dalam pencegahan
dan pengendalian infeksi. Kepatuhan hand
hygiene di seluruh dunia, berkisar antara 40% dan 50% (An & Yang, 2020). Sebuah studi menyatakan bahwa rata-rata kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan
hand hygiene di Saudi Arabia sebesar 42,4%, di
Ethiopia 14,9% dan di Amerika dibawah 50%. Sedangkan rata-rata kepatuhan
petugas kesehatan di beberapa negara Asia
Tenggara seperti Vietnam 31%,
Philipina 11% dan Indonesia 36%. Data tersebut menunjukan masih rendahnya tingkat
kepatuhan petugas kesehatan
terhadap protokol hand hygiene (Ece
et al., 2021)
Kepatuhan hand hygiene yang
rendah merupakan salah satu penyebab terjadinya HAIs (Healthcare Associated Infection). HAIs adalah infeksi yang terjadi
pada pasien selama perawatan di Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, juga infeksi
karena pekerjaan pada petugas Rumah
Sakit dan tenaga kesehatan
terkait proses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (Kemenkes RI, 2017).
Berdasarkan
data WHO (Word Health Organization), infeksi terkait pelayanan kesehatan di
negara maju mencapai 5%-15% di ruang rawat inap dan 9%-37% di ruang intensif,
dan menyebabkan kematian sekitar 12%-80% (WHO, 2009). Menurut J. M. Gould &
Coffin (2018) bahwa angka kejadian infeksi terkait perawatan
kesehatan sekitar 1 dari 25 pasien di Rumah Sakit
setiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia sendiri angka kejadian HAIs mencapai 6-16% dengan
rerata 9,8% yang diperoleh dari 10 RSU pendidikan yang mengadakan surveilans
aktif (Ditjen pelayanan Kesehatan, 2017).
Secara prinsip kejadian HAIs dapat diminimalisir dan dicegah dengan
komitmen untuk patuh terhadap standar dan konsisten dalam melaksanakan program
pencegahan dan pengendalian infeksi. Panduan
yang telah dikeluarkan oleh WHO bahwa
terdapat 6 langkah
cara melakukan hand hygiene dan
5 indikasi hand hygiene yang terdiri dari: 1)
sebelum kontak dengan pasien,
2) sebelum tindakan aseptik, 3)
setelah kontak dengan cairan tubuh pasien, 4) setelah kontak dengan pasien dan
5) setelah kontak dengan lingkungan pasien (Kemenkes RI, 2017).
WHO
telah merancang strategi untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene yaitu dengan Multimodal Hand Hygiene yang terdiri dari lima komponen diantaranya: 1)
perubahan sistem, 2) pendidikan dan pelatihan, 3) observasi dan umpan balik,
4) pengingat di ruangan tempat
kerja dan 5) iklim
keselamatan institusi (Ben Fredj et al., 2020).
Perubahan sistem memastikan terhadap
kelengkapan fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan
hand hygiene.
Elemen penting dalam perubahan sistem ini mencakup akses air bersih, sabun dan handuk
sekali pakai atau tisu, kemudian akses untuk handrub. Praktik hand hygiene
sangat memungkinkan untuk dilakukan jika fasilitasnya memadai. Adanya
sarana prasarana hand hygiene yang
mendukung dapat meningkatkan kepatuhan hand
hygiene.
Pendidikan dan pelatihan merupakan
faktor penentu keberhasilan untuk meningkatkan kepatuhan
hand hygiene. Pelatihan pentingnya
kebersihan tangan memastikan keselamatan pasien, dan membawa kepada perilaku
penerapan secara nyata. Pelatihan kebersihan tangan merupakan fungsi pengarahan
dari manajemen, sehingga hal ini dapat diberikan dengan memberikan motivasi
kepada petugas kesehatan.
Evaluasi dan umpan balik merupakan komponen penting dari kegiatan
promosi kesehatan yang harus dilakukan dengan baik. Evaluasi ini bertujuan
untuk melihat keberlangsungan perilaku yang diharapkan. Evaluasi bisa dilakukan
dengan observasi langsung kepatuhan terkait hand
hygiene, fasilitas hand hygiene,
pengetahuan tentang hand hygiene dan
HAIs, pesepsi tentang hand hygiene dan
HAIs. Pemantauan secara berkala berbagai indikator sebagai langkah penting
mengidentifikasi dan memberikan informasi untuk melakukan perencanaan
selanjutnya.
Pengingat
di tempat kerja sebagai sarana untuk menginformasikan kepada petugas, pasien,
pengunjung tentang praktik hand hygiene. Pengingat dapat berupa poster
atau brosur dengan tujuan untuk memicu dan mengingatkan untuk selalu melakukan hand hygiene. Selain itu untuk pengingat
di tempat kerja dapat berupa media cetak lainnya seperti leaflet, booklet,
rubik. Media elektronik dapat berupa penyampaian melalui televisi, radio atau
internet lainnya.
Iklim keselamatan institusi, menciptakan lingkungan dan persepsi yang memfasilitasi peningkatan kesadaran tentang keselamatan
pasien dengan mempertimbangkan peningkatan kepatuhan hand hygiene sebagai prioritas utama. Iklim keselamatan institusional ini bertujuan
untuk menciptakan lingkungan yang bisa membawa pada peningkatan
kesadaran tentang keselamatan di tempat kerja, dan komponen ini harus dijadikan sebagai budaya kerja di
organisasi (Idris, 2022).
Strategi multimodal hand hygiene
menjadi pedoman di pelayanan kesehatan untuk meningkatkan
kepatuhan terhadap pelaksanaan hand
hygiene, namun pelaksanaan dan tekhniknya bisa jadi berbeda di setiap Rumah
Sakit, hal ini tergantung pada kebijakan yang ada dan kemampuan dari Rumah
Sakit itu sendiri. Kepatuhan hand hygiene yang meningkat mampu
menurunkan HAIs di fasilitas kesehatan, hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara
intervensi.
Berbagai cara dilakukan
Rumah Sakit dalam
pemenuhan fasilitas hand hygiene, handrub disetiap bed pasien dan tempat tempat
lain yang mudah dijangkau. Pemasangan pengingat berupa poster di setiap tempat
fasilitas hand hygiene, yang
mengingatkan petugas tidak lupa untuk melaksanakan five moment hand hygiene. Pendidikan dan pelatihan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kebersihan tangan, monitoring dan
evaluasi secara berkala dilakukan dan umpan balik. Kunci keberhasilan dalam
kepatuhan hand hygiene adalah dengan adanya komitmen
bersama dari pimpinan
dan semua petugas
yang ada di Rumah Sakit untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan
pasien demi menjaga mutu Rumah Sakit.
DAFTAR PUSTAKA
An, B., & Yang, S. J. (2020). The evaluation of a
multimodal hand hygiene improvement strategy in Cambodian hospitals. Journal of Infection in Developing Countries,
14(9), 10471053. https://doi.org/10.3855/JIDC.13090
Ben Fredj, S., Ben Cheikh, A., Bhiri, S., Ghali, H.,
Khefacha, S., Dhidah, L., Merzougui, L., Ben Rejeb, M., & Said Latiri,
H. (2020). Multimodal intervention program to improve hand hygiene compliance: effectiveness and challenges. Journal of the Egyptian Public Health
Association, 95(1). https://doi.org/10.1186/s42506-020-00039-w
Ece, Syahrul, R. R. (2021). Pengaruh PenggunaanAlcohol Based Handrub (ABHR) terhadap Tingkat
Kepatuhan Hand Hygiene Petugas Kesehatan: A Systematic Review. 12(April), 192196. https://doi.org/DOI:
http://dx.doi.org/10.33846/sf12219
Idris, H. (2022). Hand Hygiene
Panduan Bagi Petugas
kesehatan.
Kemenkes RI. (2017).
Peraturan Menteri Kesehatan
RI No 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. In Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 T (Issue 857).
HIPPII JABAR
2023-12-10 09:02:08
Terimakasih atas berbagi ilmunya ..Semoga bermanfaatπ€²π
Atiku
2023-12-10 09:05:12
So inspiring dan bermanfaat sekali
Fitrianti Pratami S.Kep.,Ners
2023-12-10 09:05:14
Kereennnn.... Mantappp
2023-12-10 09:09:26
Mantaapp kerennn....
Hendar
2023-12-10 09:15:41
Trimakasih share ilmunya luar biasa....semangat dan sukses selalu
Nestri Banuwati
2023-12-10 09:21:29
Bila hand hygiene dianggap sebagai hal yang sederhana maka lakukanlah dengan rutin karena dari hal yg sederhana dan rutin dilakukan akan mendapatkan dampak yang besar...dan Allah SWT suka akan hal kecil yg rutin di amalkan...π
Enceng
2023-12-10 09:29:19
Terima kasih sharingnya, semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan kepatuhan hand hygiene dan menurunkan risiko infeksi di rumah sakit.
Cindy
2023-12-10 09:47:24
Good job
Sangat menginspirasi, bagus
2023-12-10 09:49:19
Artikel yang bagus semoga dengan adanya artikel ini banyak yang baca sehingga meningkatkan kepatuhan cuci tangan bagi semua petugas khususnya yang berada di lungkungan RSUD Sumedang sehingga angka HAiS turun.
Aan M
2023-12-10 09:51:39
Hand hygiene merupakan salah satu cara supaya kita bisa hidup lebih disiplin dalam menjaga kesehatan.... Masyarakat juga perlu diberikan pengetahuan tentang pentingnya hand hygiene agar selaras dalam meningkatkan kedisiplinan menjaga kesehatan
Elis maryati
2023-12-10 10:04:42
Sangat bagus dan memuaskan πππ
Kurniawan
2023-12-10 10:35:52
Semoga sukses, Tabarokalloh ππͺπͺπͺ
Siti Maslahat
2023-12-10 10:55:10
Sangat baik
Hj Eneng Sumiati
2023-12-10 13:07:59
Barokalloh Bu, semoga tulisannya makin menginspirasi π
Dede Jubaedah
2023-12-10 14:58:30
Mantap...Terus Berkreasi dan Berprestasi Bu Hajah
Yudi Sudiana
2023-12-10 16:15:19
Alhmduli,,bermanfaat ilmunya
Reni
2023-12-10 18:39:19
2023-12-10 19:36:27
Kereeennnnnnn.. terimakasih ilmu nya bu hj.. π
Aira
2023-12-10 20:13:08
Isi nya sudah cukup jelas tapi, angka HAIs apa saja yang terjadi pada pasien yang di rawat dan presentasi angka terjadinya infeksi tersebut ~~Terima kasih ~~
Nunung Wawah
2023-12-10 20:56:03
Setelah membaca artikel ini, saya ( pembaca, masyarakat awam) menjadi lebih tahu tentang upaya rumah sakit dalam meningkatkan kepatuhan hand hygiene bagi para petugasnya. Pengingat berupa brosur atau famplet saya rasa kurang praktis. Diperlukan juga kesadaran untuk melaksanakan hand hygiene, seperti waktu merebaknya virus covid 19 semua orang selalu membawa hand sanitizer. Mohon maaf jika komentar saya tidak berkenan.
Ai Nanang Erlina
2023-12-10 21:23:56
Sukses buat adikku,, tetap sehat dan semangat ya,π€²πͺπ
2023-12-11 13:57:08
2023-12-11 14:01:15
Sangat bermanfaat ππ»
Azkiya Khusnul Ainy
2023-12-11 16:06:33
Ilmu yang bermanfaat jazakillah Khairan katsiran htrnhn
Hj. Ani Septiani SKM MM
2023-12-11 19:45:23
Sangat bermanfaat
Eneng Sumiati
2023-12-11 20:37:09
Menambah pengetahuan dan wawasan tentang penting nya mencuci tangan setelah aktivitas atau setelah memberikan pelayanan tindakan medis.
Lilis sumiyati
2023-12-12 01:36:22
Semoga sukses
Enih suhaenih
2023-12-13 14:30:55
Masyaallah hatyrnuhun artikel na sangat bermanfaat π
Muhamad rizal yulianto
2023-12-13 17:23:17
Mantap....sangat bermanfaat bagi masyarakat setelah membaca Artikel ini...
Mohamad Toha Ridwan
2023-12-13 17:56:39
Sangat bermanfaat... terimakasih dan sukses sll
Fitriyanti
2023-12-13 19:38:34
mashaallah tabarakallahπ₯°
mamikaka
2023-12-13 19:47:11